Truk Beroperasi Tanpa Penutup, Dishub Tobasa Dituding Tak Perduli, Ini Kata Kadishub

adminenmoido

Maraknya truk pengangkut bahan material dan tanah urug, yang melintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), tanpa tenda penutup sebagai pengaman dikhawatirkan warga.

Warga khawatir, truk tersebut akan memakan korban bagi para pengguna jalan. Akibatnya, warga menuding Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Tobasa melakukan pembiaran.

Seperti dikeluhkan salah seorang warga Porsea, Jakob Manurung. “Selalu saja truk pengangkut material dan tanah uruk yang melintas di Jalinsum Tobasa mengabaikan keamanan pengendara, tanpa tenda penutup,” tuturnya, Senin (15/72019).

“Tidakkah mereka pernah berpikir tindakan pengusaha maupun supir truk, dengan membiarkan material dan tanah uruk dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas (laka lantas), khususnya bagi pengendara sepeda motor. Sebab tanah dan material dapat jatuh selain juga menyebabkan polusi,” pungkas Jakob.

BACA JUGA   SDN 163094 Rambutan Menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri

Padahal, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, setiap kendaraan yang membawa material, termasuk semen harus ditutup terpal.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkab Tobasa, Pargaulan Sianipar menampik jika melakukan pembiaran terhadap supir truk yang tidak menutup dengan tenda.

“Sudah sering kita melakukan teguran, tapi selalu diabaikan. Disamping minimnya pengetahuan tentang peraturan berlalulintas yang aman dan tidak mengabaikan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Namun Pargaulan menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas tanpa toleransi dengan memberikan sanksi terhadap supir yang masih membangkang sesuai aturan yang menjadi kewenangan Dishub.

BACA JUGA   Alat Berat Dinas PUPR Terbakar, Polres Samosir Menunggu Hasil Labfor

“Untuk itu kita akan melakukan razia untuk menindak bagi truk yang masih saja melanggar aturan, bila perlu kendaraan yang masih melanggar tidak bisa beroperasi,” tegasnya.

Seandainya, masih beroperasi sanksinya adalah penahanan kendaraan sampai proses sidang.

“Memang kita sudah jenuh dengan supir dan pengusaha yang selalu mengabaikan keselamatan pengguna jalan, sebab tindakan mereka bisa saja merenggut nyawa pengendara lainnya,” tegas Pargaulan. (asri)

 

Sumber: https://lintangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *