Serius Tuntaskan ODOL, Dirjen Hubdat Potong Kendaraan yang Over Dimensi

adminenmoido

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengungkapkan, pemerintah bertekad menuntaskan permasalahan Over Dimensi Over Loading (ODOL) kendaraan. Hal itu dia ungkap saat melakukan pemotongan kendaraan truk angkutan sepeda motor yang over dimensi di Kompleks Pergudangan Madukoro, Semarang, Sabtu (27/7/2019).

Dirjen Budi menyebutkan, secara fisik kendaraan tersebut memiliki kelebihan panjang sampai dengan 2 meter, sedangkan jika sesuai ketentuan panjang bak truk adalah 12 meter. Namun dia mengungkapkan bahwa kini perusahaan yang memberi order mengangkut sepeda motor (PT AHM) telah memahami bahwa dimensi kendaraan pengangkut harus sesuai dengan ketentuan.

“Artinya dimensi kendaraan pengangkut sepeda motor harus sesuai dengan regulasi yang ada, baik panjang, lebar, dan tingginya,” kata Dirjen Budi.

Pihaknya menyampaikan terimakasih kepada PT AHM karena telah menaati peraturan.

“Semua perusahaan angkutan yang menjadi mitra PT AHM pasti akan memotong atau menormalisasi dimensi panjang kendaraannya karena mereka telah melakukan penyesuaian terkait tarif angkutan,” ujarnya.

Semula, dengan kendaraan yang dibuat over dimensi, mereka dapat mengangkut 70 unit sepeda motor, padahal jika sesuai dengan aturan, maksimal hanya dapat mengangkut 44 unit sepeda motor.

“Saya mengimbau kepada pemilik usaha angkutan sepeda motor yang lain untuk juga segera menormalisasi dimensi kendaraannya,” tegas Dirjen Budi.

Sementara itu, Jefri Hendratno, pemilik kendaraan yang terkena pemotongan mengungkapkan, pihaknya akan menormalisasi kendaraan pengangkut sepeda motor miliknya secara bertahap. Karena kapasitas angkut berkurang, pihaknya harus menambah jumlah armada angkutan agar dapat memenuhi permintaan pemberi order.

 

Masterplan Jembatan Timbang

Saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub sedang menyusun Masterplan Jembatan Timbang 2019-2021.

“Sampai dengan 2021 kita bertekad untuk menyelesaikan permasalahan terkait ODOL,” tegas Dirjen Budi

Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Risal Wasal, menambahkan, sebanyak 73 jembatan timbang yang dikelola Kemenhub, kini tidak hanya menimbang berat kendaraan saja, namun juga telah dilengkapi dengan alat pengukur dimensi kendaraan.

“Tahun ini ada 13 jembatan timbang yang akan dijadikan proyek percontohan. Dalam mengelola jembatan timbang, Kemenhub melibatkan pihak ketiga (PT Surveyor Indonesia) dalam pengoperasian. Selain menjamin bahwa SOP berjalan sesuai ketentuan, juga untuk pengawasan terhadap kinerja jembatan timbang,” jelas Dirjen Budi.

Pada kegiatan tersebut turut hadir Direktur Sarana Transportasi Jalan, Sigit Irfansyah, dan Sesditjen Perhubungan Darat, Cucu Mulyana.

Sumber: pojoksatu.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *