Sepenggal Duka Sopir Logistik Pemilu Lintas Sumater a

adminenmoido

Rudi Tobing dan Marudut Sinaga menarik nafas lega setelah dua truk kontainer yang mereka tunggangi sampai di halaman Kantor KPU Indragiri Hulu (Inhu), di kawasan jalan Pekan Heran-Pematangreba Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu, Riau Jumat (15/3) dini hari tadi.

Tinggal lagi keduanya memutar otak gimana caranya mendapatkan barang angkutan untuk dibawa saat mereka kembali ke Pulau Jawa.

Sebab uang jalan yang mereka bawa dari Bogor Jawa Barat (Jabar) pada Senin (11/3) malam lalu untuk mengangkut masing-masing 20 ton kertas suara Pemilu 2019 itu, sudah kandas.

“Masing-masing kami kebagian uang jalan Rp9 juta. Uang itu, untuk beli bahan bakar Bogor-Inhu Rp4,5 juta. Biaya penyeberangan Merak-Bakauheni (pergi dan pulang) Rp3,2 juta. Ini saja sudah Rp7,7 juta. Belum lagi uang makan saya dengan kernet dan minyak kembali ke Bogor,” rinci Marudut, saat berbincang dengan Gatra.com di teras Kantor KPU Inhu itu, dini hari tadi.

Dari rincian tadi kata ayah dua anak ini, jelas enggak bakal ada duit yang bisa dibawa ke rumah. Kernet pun cuma kebagian makan dan rokok. “Itu makanya kami cari muatan dululah biar ada duit yang bisa dibawa pulang,” katanya.

Biasanya kata Marudut, uang jalan Bogor-Inhu sekitar Rp11 juta. Dengan duit sebanyak ini, sebahagian bisalah disisikan untuk anak istri.

“Tapi ini memang pas-pasan. Lantaran ini misi negara makanya kami mau. Senang jugalah kami bisa mengantar logistik Pemilu walau uangnya pas-pasan,” ujar Rudi pula.

Dan kata ayah satu anak ini, tak mudah bagi mereka untuk bisa sampai ke Inhu.”Mestinya kami tiba di KPU Inhu pada Kamis (14/3). Tapi lantaran jalan yang rusak parah dan sempat dihadang rampok, kami terlambat,” katanya.

Ditemani Marudut, Rudi yang selama dalam perjalanan selalu konvoi dengan truk yang dikemudikan Marudut, cerita bahwa kondisi jalan sepanjang lintas Lampung-Sumatera Selatan (Sumsel), rusak parah. “Itulah makanya kami harus berjalan lambat,” ujarnya.

Sudahlah begitu, dari kawasan Betung Sumsel mobil mereka sudah mulai dibuntuti kawanan rampok. Enam mobil pribadi dan satu truk coltdiesel mengikuti terus hingga memasuki kawasan Banyu Lincir. “Kami enggak begitu takut lantaran di mobil kami ada tiga orang Brimob yang mengawal,” sela Marudut.

Sampai di kawasan Sungai Lilin, para rampok ini mulai beraksi. “Kejadiannya hari Rabu (13/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Enam mobil pribadi tadi menghadang truk kami. Lalu dari belakang menyusul coltdiesel,” kata Rudi.

Dari truk coltdiesel itu kata Rudi ada sekitar delapan orang turun membawa besi dan langsung memukuli kontainer sambil teriak supaya supir turun.

“Saat saya dipaksa turun, Brimob yang mengawal kami mengeluarkan senjata laras panjangnya. Menengok itu rampok ini langsung lari,” kenang Rudi.

Iptu Danil SN, pimpinan tiga orang Brimob itu mengamini apa yang diceritakan Rudi dan Marudut. “Begitu mereka lari saat melihat senjata laras panjang yang saya todongkan ke mereka, kami pun melanjutkan perjalanan. Sebab kertas suara ini harus segera sampai di KPU Inhu,” katanya kepada Gatra.com.

Alhasil, kertas suara pun tiba di KPU Inhu sekitar pukul 02.00 WIB dini hari Jumat (15/3). “Kami sudah siapkan gudang KPU sebagai tempat pelipatan kertas suara. Gudang itu dilengkapi kamera CCTV. Selain itu kami juga sudah menyiagakan 250 orang petugas pelipat kertas suara. Nanti pas dibongkar, kami akan hitung dulu berapa kertas suara yang kami terima,” kata Ketua KPU Inhu, Yenni Mairida kepada Gatra.com, usai menyambut kedatangan dua truk pengantar kertas suara itu.

Pagi pun mulai menampakkan wujud, persis saat mata Rudi dan Marudut mulai menyipit. “Kami sangat berharap pemerintah menertibkan premanisme di jalan lintas yang sering mengganggu perjalanan para sopir.┬áKepada Presiden Jokowi, kami rela mengangkut kertas suara untuk Pemilu meski tak bergaji. Jadi kami berharap pemerintah pun mau memperhatikan nasib sopir seperti kami ini,” pinta kedua lelaki yang mengaku pengagum Jokowi ini.

 

Reporter: Zuhdi Anshari
Editor : Abdul Aziz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *