Pengelola Tol Trans Sumatera Akhirnya Pecat Empat Oknum Petugas Mobil Derek yang Pungli di Tol

adminenmoido

Kepala Cabang PT Hutama Karya Tol ruas Bakauheni – Terbanggi Besar, Hanung Hanindito mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti masalah tersebut dan memberhentikan empat petugas mobil derek yang melakukan pungli tersebut dengan inisial (ST, YD, BP, dan YP).

“Kita sudah respon, ada empat oknum petugas mobil derek terlibat dalam pungli itu, dan sudah kami berhentikan sejak Senin kemarin. Dan kasus ini masih kami kembangkan, masih ada oknum pegawai lain yang diduga terlibat. Kasus ini masuk pelanggaran berat,” ujar Hanung Hanindito, kepada tribun, Kamis

“Benar uang pungli itu sudah kami kembalikan kepada pemiliknya, kami serahkan di rumah korban, melaui perwakilan kami,” katanya.

Diketahui Layanan mobil derek di Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang semestinya gratis ternyata dimanfaatkan oknum petugas mobil derek untuk mengambil keuntungan, terhadap pengguna jalan tol yang kendaraanya mengalami rusak.

Seperti yang dialami Supono, warga Sukarame, Bandar Lampung, yang “dipalak” oknum petugas mobil derek JTTS sebesar Rp 1,2 juta.

Pungli yang menimpa Supono terjadi di hari pertama Idul Fitri 2019.

Ketika itu kendaraan Sopono Daihatsu Xenia BE 2511 YU mengalami mogok saat melintas di ruas jalan tol daerah Natar, Lampung Selatan, atau di dekat rest area.

Mobil Milik Supono Xenia mogok di JTTS Ruas Natar, diderek petugas. Namun sayangnya layanan yang semestinya gratis malah dimanfaatkan oknum petugas mobil derek meminta uang kepada Supono sebesar Rp 1,2 juta. (istimewa) (istimewa)

“Saat itu hari Lebaran pertama, tujuan saya ke Kota Bumi, lewat tol Kota Baru Itera sampai Natar mobil mogok, radiatornya rusak,” kata Supono, Selasa (2/7/2019).

Saat rusak itu, lanjut dia, datanglah petugas mobil derek menawarkan bantuan dengan meminta uang Rp 1,5 juta.

“Petugas datang dengan mobil derek, dia minta Rp 1,5 juta. Terjadilah tawar menawar. Akhirnya deal Rp 1,2 juta, mobil saya diantar sampai pintu gerbang tol Kota Baru,” ujarnya.

Supono mengaku, tidak bisa menolak permintaan uang petugas mobil derek, karena kondisi mobil tidak bisa dipaksa jalan.

“Mau gak mau, kalau gak diderek gimana, karena radiator sudah rusak berat,” pungkasnya .

Supono yang dikonfirmasi pun membenarkan adanya pengembalian uang miliknya dari pihak penggelola tol HK.

“Sudah sudah dikembalikan, beberapa hari lalu petugasnya yang ke rumah, saya juga gak tahu dari mana mereka dapat nomor telepon dan alamat saya,” ujar Sopono.

Supono mengaku sangat bersyukur bahkan ia tidak menyangka uang tersebut akan kembali lagi.

“Saya bersyukur Allhamdulillah,  saya gak nyangka uang itu akan balik lagi, karena sebenarnya saya sudah ikhlas,” kata dia.

Kepala Cabang PT Hutama Karya Tol ruas Bakauheni – Terbanggi Besar, Hanung Hanindito menegaskan bahwa fasilitas mobil derek yang disediakan di jalan tol adalah gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun.

“Kami tegaskan seluruh pengguna jalan tol itu bisa mendapatkan fasilitas derek gratis sampai gerbang terdekat, dan itu tidak ada biaya sepeserpun, kalau ada yang minta uang, bisa laporkan kepada kami,” kata Hanung Hanindito, Kamis (4/7/2019)

Hanung mengimbau jika ada hal-hal terjadi di jalan tol tidak sesuai ketentuan, maka pengguna jalan bisa melaporkannya ke penggelola dengan menunjukan identitas yang lengkap.

Atau bisa menghubungi  Call center kami yang ada di nomor 0721 561 8009 dan 0811 791 0812.

“Himbauan kami kalau terjadi hal-hal yang tidak sesuai ketentuan, maka pengguna jalan  jangan sungkan kontak call center kami  yang siaga 24 jam, pasti kami tindaklanjuti. Agar kejadian seperti kemarin tidak terulang,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Pengelola Tol Trans Sumatera Akhirnya Pecat Empat Oknum Petugas Mobil Derek yang Pungli di Tol,

Penulis: Romi Rinando
Editor: Teguh Prasetyo

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *