Menjadi Pendoa Syafaat

adminenmoido

2 Timotius 1:3
Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.

Setiap malam, Soni berusia 8 tahun rajin berdoa sebelum tidur. Isi doanya macam-macam, antara lain agar buah jambu di depan rumahnya dijaga Tuhan supaya tidak dicuri orang. Dia juga berdoa agar mainannya tidak diganggu dan tidak diambil adiknya yang masih kecil. Dia berdoa agar besok tidak hujan sehingga dia bisa bermain di pekarangan dengan naik sepeda.

Soni berdoa agar ulangan matematikanya dapat nilai 10 meskipun dia hari ini tidak belajar karena banyak nonton TV dan bermaian sepanjang hari.

Selebihnya Soni berdoa juga untuk ayah dan ibunya agar tetap sehat-sehat dan banyak rejeki. Yang lebih seru dan tampak lucu adalah Soni berdoa agar temannya si Ivan yang suka mengganggu, tidak hadir di sekolah besok. Dengan demikian Soni merasa aman di sekolah tanpa gangguan.

Doa Soni diulang setiap malam dan sama terus permintaannya, bahkan ketika makan doanya itu-itu saja. Seluruh doa Soni tertuju kepada keinginannya. Dia hampir tidak pernah mendoakan orang lain.

Mungkin tidak hanya Soni yang sebagian besar isi doanya hanya untuk diri sendiri, maklumlah Soni masih sangat muda dan belum memahami apa sebetulnya yang harus didoakan. Karena itu sikap dan doa Soni masih dapat diterima dengan akal sehat karena begitulah dinamika doa seorang kecil.

Mungkin sama saja. Bila dilihat daftar doa kita setiap hari, mungkin kita malu karena masih lebih banyak mendoakan diri sendiri. Secara umum manusia lebih fokus kepada keperluan dirinya sendiri, belum tergerak dan belum terbeban berdoa bagi orang lain.

Kita diingatkan agar terbuka hati kita untuk berdoa bagi orang lain. Rasul Paulus mengingatkan Timotius dan kita semua untuk menjadi pendoa syafaat. Paulus berkata, ”Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang” (1 Timotius 2:1).

Tuhan berkenan saat kita mendoakan orang lain, karena hal ini menunjukkan bahwa kita peduli dan mengasihi. Dengan doa kita sedang membela dan memperjuangkan kepentingan orang lain di hadapan Allah.

Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja.
Selamat belajar.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati kita senaniasa. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *