Read Time:2 Minute, 59 Second

Pelonggaran pembatasan terkait kebijakan untuk menahan virus corona mulai dilakukan di berbagai negara.

Berbagai kegiatan perlahan mulai kembali aktif, tetapi dengan perubahan kebiasaan baru termasuk cara makan, di mana tempat kita makn, dan apa yang kita makan.

Perubahan tersebut merupakan dampak pandemi virus corona yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

Salah satu hal yang seringkali dirindukan selama pandemi ini adalah makan di restoran.

Para pemilik restoran pun mencari cara untuk menciptakan sebuah kondisi tempat makan yang aman, dengan melakukan protokol standar seperti pengecekan suhu tubuh, menambah pembatas kaca, hingga cara-cara kreatif lainnya.

Berikut adalah beberapa cara unik yang dilakukan oleh restoran-restoran di dunia untuk menerapkan jarak fisik dalam operasionalnya serta bagian dari new normal karena dampak virus corona:

Menggunakan manekin

Melansir Insider, Selasa (19/5/2020), The Inn at Little Washington di Washington, Virginia, mendesain ulang restaurannya untuk jarak fisik.

Restoran tersebut menempatkan manekin pada meja-meja yang kosong.

Koki di restoran The Inn at Little Washington, Patrick O’Connel, bekerja sama dengan perusahaan teater setempat untuk mendesain dan mendapatkan manekin itu. 

Saat restoran dibuka kembali akhir Mei mendatang, para pelayan pun akan melayani tamu nyata dan tamu palsu ini.

Memberikan topi unik pada pelanggan

Café & Konditorei Rothe telah kembali dibuka pada awal bulan ini di Mecklenburg-Vorpommern, Jerman.

Kafe ini mewajibkan orang-orang mengenakan topi unik yang dipasang pada pelanggan sehingga menciptakan jarak fisik.

“Pada keadaan sulit seperti ini, menjadi menyenangkan untuk melihat orang lain tersenyum” kata pemilik restoran Jacqueline Rothe sebagaimana dikutip Insider, Selasa (19/5/2020).

Membuat rumah kaca

Lima rumah kaca kecil ditambahkan di luar Mediamatic Eten di Amsterdam. Fasilitas tersebut disebut sebagai “serres séparées” atau rumah kaca yang terpisah.

Kubikel ini memungkinkan terjaganya jarak fisik dengan cara yang indah.

Sebagai tambahan dari rumah kaca ini, para pelayan juga mengenakan pelindung wajah dan menyediakan makanan pada sebuah papan kayu untuk menghindari kontak langsung antara makanan dengan staf.

Para tamu pun menyukai ide ini dan daftar pemesan terisi dengan cepat.

Menggunakan boneka panda

Awalnya, Maison Sagon hanya menempatkan satu kursi pada setiap meja. Akan tetapi, penempatan ini dirasa menimbulkan suasana kosong dan terisolasi.

Oleh karena itu, pemilik pun menambahkan boneka panda.

Boneka panda adalah sebuah cara yang menyenangkan untuk menunjukkan di mana pengunjung dapat duduk dan di mana tidak dapat duduk.

Salah satu pengunjung mengungkapkan bahwa ia menikmati cara unik restoran ini. Pengunjung tersebut mengaku baru pertama kalinya makan di luar setelah berbulan-bulan. 

“Boneka tersebut membuat saya tidak begitu kesepian saat makan sendiri” kata Sawit Chaiphuek seperti dikutip dari Reuters.

Membatasi jumlah hidangan

Bord för En atau meja untuk satu di Swedia, hanya menghidangkan makanan untuk satu orang setiap harinya.

Tempat makan ada di tengah sebuah lapangan dan hidangan diantarkan menggunakan keranjang yang dihubungkan melalui sistem tali.

Swedia sendiri tidak memberlakukan lockdown. Akan tetapi, negara ini tetap mengikuti panduan jarak fisik.

“Kami ingin bisa berkonsentrasi pada tamu ketika menyiapkan hidangan. Namun juga ini menjadi cara bagi kami untuk dapat mengontrol pengalaman tamu bahwa mereka benar-benar bebas dari potensi Covid-19” kata Linda Karlsson, pemilik Bord för En.

Menggunakan meja bumper

Fish Tales di Ocean City, Maryland, berencana untuk menambahkan meja bumper atau bumper table saat restorannya dibuka kembali.

Meja tersebut dirancang untuk jarak sosial, sehingga para pelanggan akan tetap terpisah.

Revolution Event Design & Production merancang meja-meja ini sebagai sebuah respons atas kebutuhan jarak fisik.

“Seluruh gagasan ini sebenarnya hanya ingin membuat orang tersenyum dan memberikan harapan, serta melakukan sesuatu yang menyenangkan” kata pemilik restoran Donna Harman.

sumber: kompas.com

0 0

Share

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Post Views: 14
X