Kota Medan Dinilai Minim Fasilitas Penyandang Disabilitas, Plt Kadis PU Angkat Suara

adminenmoido

Menanggapi keluhan penyandang disabilitas Tuna Netra untuk memperbaiki sejumlah Guiding Block yang rusak, Plt Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Zulfiansyah mengatakan untuk tahun ini PU memang sudah menargetkan lima titik perbaikan Jalur Pedestrian di Medan.

“Tahun 2020 ini memang kita ada target perbaiki jalur pedestrian di lima titik. Termasuk didalamnya memperbaiki guiding block yang merupakan petunjuk jalan bagi pejalan kaki disabilitas tuna netra,” katanya saat ditemui di Kantor Wali Kota Medan, Jumat (7/2/2020).

Selain itu Zulfiansyah menjelaskan jalur pedestarian akan diubah menjadi lebih berwarna agar menambah kesana indah.

“Jalur pedestrian ataupun Jalan trotoar yang ada di kota Medan Rencananya mau kita buat modelnya cor beton. Seperti yang ada di depan Podomoro, berwarna kemudian manholenya terbuat dari fiber. Artinya kenapa fiber supaya lebih mudah dalam proses pemeliharaannya, kalau selama ini kan beton tutup Menhole itu berat, sehingga butuh alat-alat khusus lagi untuk mengangkat tutupnya. Untuk membersihkan drainasenya lebih sulit butuh 2 atau 3 orang. Kalau kedepannya Menhole terbuat dari fiber akan lebih mudah untuk diangkat. Satu orang aja bisa mengangkat,” jelasnya.

Zulfiansyah mengatakan penggunaan menhole yang terbuat dari fiber juga dapat menggagalkan aksi pencurian, sebab akan diberi logo Pemko Medan.

“Orang yang berniat untuk mencurinya juga tidak bisa, karena nanti akan ada lambang Pemko. Kalau dicuri pasti ketahuan. Kemudian dengan model pedestrian atau trotoar yang berwarna itu kan terkesan lebih cantik lebih berwarna, ketimbang hanya selama ini kan seperti batu alam saja, dan terkesan kotor dan cukup sulit untuk merawatnya. Nanti mungkin akan kita pilih warna yang menarik dan bisa di cat ulang dengan kualitas beton yang cukup kuat sehingga tidak gampang rusak,” katanya.

Ia mengatakan jika selama ini dipasangan batu alam dan terkesan kotor, maka tahun ini Kadis PU ingin merubah jalur pedestarian dengan model cor beton sehingga lebih mudah menyatu dan potensi kerusakannya lebih kecil, daya tahannya lebih lama dan lebih murah biayanya.

“Target kita ada di lima titik dengan panjang yang akan kita sesuaikan dengan kondisi lapangan. Sebab pastinya ada plang iklan dan lainnya yang harus dipertimbangkan. Tentunya di dalam paket pekerjaan trotoar itu nantinya di situ ada terpasang jalur disabilitas tunanetra, sehingga nanti kombinasi warnanya bisa disesuaikan antara warna trotoarnya dengan jalur disabilitas itu sehingga bisa ada perbedaan warna,” katanya.

Untuk penambahan jalur disabilitas Zulfiansyah mengatakan masih fokus di jalan-jalan di kota, baik itu pembenahan ataupun perbaikan.

“Mau kita benahi dulu tapi untuk kedepannya tidak tertutup kemungkinan untuk di ekspansi wilayah-wilayah lainnya. Karena memang targetnya adalah keindahan dan kenyamanan orang berjalan,” katanya.

Ia mengatakan dana menjadi salah satu kendala untuk membenahi jalur pedestarian.

“Ada satu kendala yakni anggaran, pedestrian trotoar di tahun ini masuk ke dalam dana bantuan keuangan provinsi sedangkan di buku anggarannya pemerintahan provinsi Sumatera Utara tidak dianggarkan. Itu menjadi persoalan, jadi nanti kami nanti akan mencoba untuk koordinasi dengan tim anggaran pemerintahan daerah, agar anggaran ini bisa digeser menjadi anggaran APBD pemerintahan Kota Medan karena anggaran mereka jelas tidak mengakomodir anggaran tersebut untuk perbaikan trotoar,” katanya

Terkait penyalahgunaan jalur pedestariam, Zulfiansyah mengatakan akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP.

“Setelah nanti kita benahi kita perintah kita percantik tentunya akan kita koordinasikan dengan Satpol PP untuk bisa lebih tegas lebih menjaga aset itu. Sehingga nilai estetikanya tidak berkurang, akan sia-sia nanti kan sudah dibangun bagus-bagus diperindah, dipercantik, kemudian ada jalur disabel tapi dimanfaatkan untuk sesuatu yang diluar dari fungsinya. Pasti akan ada koordinasi lah dan dibenahi,” katanya.

Terkait terhalangnya pejalan tuna netra dengan beberapa benda, Zulfiansyah mengatakan akan koordinasi dengan dinas terkait”.

Mungkin ada semacam pot bunga dan lainnya nanti kita akan kerjasama dengan dinas pertamanan dan kebersihan, untuk menertibkan kembali karena itu sebenarnya akan mengganggu jalurnya orang-orang berjalan di trotoar karena pedestrian itukan miliknya pejalan kaki. Jadi nanti dibuat bagaimana lah tetap indah tapi tidak mengganggu,” katanya.



Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Kota Medan Dinilai Minim Fasilitas Penyandang Disabilitas, Plt Kadis PU Angkat Suara, 
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *