Kebijakan Pengembangan Dan Pemanfaatan Biodiesel

wpengine

1.Program pemanfaatan bahan bakar nabati biodiesel sebagai campuran solar telah dimulai sejak tahun 2006 dengan diterbitkannya Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2006. Sejak Bulan Mei 2006, yang disalurkan oleh 500 SPBU (Jakarta, Surabaya, Malang dan Denpasar).

2.Mulai tahun 2009, Pemerintah memberlakukan kebijakan mandatori pemanfaatan BBN pada sektor transportasi, industri dan pembangkit listrik melalui Peraturan Menteri ESDM No. 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain.

3.Percepatan peningkatan pemanfaatan BBN sebagai tindak lanjut 4 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Pemerintah pada 23 Agustus 2013 yang salah satunya adalah memperbaiki defisit transaksi berjalan dan mengurangi impor migas dengan cara meningkatkan pemanfaatan biodiesel.

4.Melalui kebijakan percepatan mandatori BBN, mulai 1 September 2013 melalui Peraturan Menteri ESDM No. 25 Tahun 2013 yang merupakan perubahan atas Peraturan Menteri ESDM No. 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga BBN sebagai Bahan Bakar Lain. Pemanfaatan biodiesel yang telah berjalan sebagai campuran solar dengan persentase campuran yang dinaikkan menjadi 10% (B10) untuk transportasi PSO dan pembangkit listrik, 5% (B5) untuk industri dan 3% (B3) untuk campuran biodiesel pada solar non PSO.

PERMEN ESDM NO. 20 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS

PERMEN ESDM NO. 32 TAHUN 2008

1.Percepatan mandatori pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN).

2.Difokuskan untuk percepatan pemanfaatan biodiesel.

3.Mandatori diberlakukan kepada Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Bahan Bakar Minyak dan Pengguna Langsung untuk pemanfaatan pada sektor transportasi (PSO dan Non PSO), industri, dan pembangkit listrik.

4.Road map pemanfaatan Biodiesel untuk 2013 – 2025

Sektor September 2013Januari 2014Januari 2015Januari 2016Januari 2020Januari 2025
Transportasi,  PSO 10 %10 %10 %20 %30 %30 %
Transportasi, Non PSO 3 %10 %10 %20 %30 %30 %
Industri 5 %10 %10 %20 %30 %30 %
Pembangkit Listrik 7,5 %
20 %25 %30 %30 %30 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *