Keamanan Kargo Harus Ditingkatkan Sejalan dengan Tumbuhnya E-dagang

adminenmoido

KOMPAS — Meningkatnya e-dagang akhir-akhir ini menuntut semua pemangku kepentingan perlu mengatur ulang terminal kargo. Dengan pengaturan yang andal, arus barang akan berlangsung cepat, efektif, dan murah. Negara juga tidak akan kehilangan potensi bea dan cukai dengan pengaturan ini.

”Keamanan kargo harus dijaga mengingat pertumbuhan e-dagang sangat tinggi. Dalam praktik sehari-hari banyak importir yang nakal, barang yang didatangkan tidak semuanya sesuai dengan yang dilaporkan. Bahkan, importir yang sudah dipercaya sekalipun ada yang melakukan hal itu,” tutur Kepala Kantor Bea dan Cukai Wilayah Jakarta Untarto Wibowo, dalam Workshop Kargo dan Pos yang diselenggarakan PT Angkasa Pura I (Persero), di Jakarta, Senin (11/9).

Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara M Nasir menambahkan, sebenarnya semua barang boleh diimpor ke Indonesia. Namun, semuanya harus dilaporkan, tidak ilegal, dan sesuai dengan prosedur penanganan yang ditentukan. Misalnya membawa bahan bakar minyak dengan pesawat terbang boleh saja, seperti di Papua, tetapi prosedurnya, ya, harus jelas dan benar,” kata Nasir.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang Baskoro mengatakan, adanya e-dagang telah mengubah kondisi kargo. ”Salah satu yang dituntut dari e-dagang adalah kecepatan. Di lain pihak, tumbuhnya kelas menengah membuat mereka tidak lagi sensitif terhadap harga. Mereka minta cepat, harga tidak masalah, tetapi barang selamat dan utuh sampai ke tempatnya,” ujar Danang. (ARN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *