Hati-hati! Listing Sepekan, Emiten Logistik Ini Meroket 462%

adminenmoido

Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) dalam pengawasan bursa karena terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham KJEN di luar kebiasaan atau UMA (Unusual Market Activity).

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham KJEN, maka Bursa saat ini mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” kata Lidia M Panjaitan, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dan Martin Satria D. Bako, Ph Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, dalam keterangan resmi, Selasa (9/7/2019).

“Sebab itu para investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya,” tulis merekaSelain itu, investor dan calon investor juga perlu mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari atas emiten ini.

Pada perdagangan sesi I, Selasa ini, saham KJEN melesat lagi 24,73% di level Rp 1.135/saham, artinya sudah meroket 462% dari harga perdana saat tercatat di BEI pada Senin pekan lalu, 1 Juli, yakni Rp 202/saham.

Nilai transaksi hari ini yakni Rp 608,6 juta dengan volume perdagangan 536.500 saham di mana tak ada investor asing yang masuk, bahkan dalam sepekan terakhir.

Senin pekan lalu, emiten yang bergerak di bidang logistik ini menjadi perusahaan tercatat ke 18 tahun ini dan ke-635 di BEI. Kenaikan saham KJEN pada hari pertama kala itu juga menyentuh batas atas alias auto reject atas (ARA) yang ditetapkan naik maksimal 50% untuk rentang harga Rp 200-Rp 5.000/saham.

Perusahaan melepaskan 150 juta sahamnya ke publik. Dengan demikian perusahaan memperoleh dana segar senilai Rp 30,30 miliar di harga Rp 202/saham.

Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk melakukan pelunasan atas pembelian sebidang tanah dan bangunan yang direncanakan untuk sarana penunjang aktivitas operasional KJN Mover atau lini jasa pengiriman barang-barang pindahan dan penunjang aktivitas operasional pengiriman paket.

Akhir Desember 2018, perseroan mengantongi pendapatan senilai Rp 6,47 miliar dari jasa pengiriman dokumen, paket dan jasa pindahan (mover). Jumlah tersebut turun dari Rp 7,94 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya yang dikantongi perusahaan hanya dari pengiriman dokumen.

 

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *