Bekasi Dibelah Lima Jalan Tol, Berikut Data dan Faktanya

adminenmoido

Sejak tahun 1988 wilayah Bekasi Raya mulai dibelah tol, yakni Tol Jakarta-Cikampek yang membentang sepanjang 73 kilometer, dari Cawang, hingga Cikampek yang berada di Kabupaten Karawang.

Tol tersebut melewati 5 kecamatan di wilayah Kota Bekasi, dan 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi. Kemudian pada 2017, Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) menambah deretan tol yang membelah Bekasi.

Pada tahun ini, diperkirakan 2 jalan tol baru akan kembali membelah wilayah Bekasi, termasuk satu tol lagi pada 2020-an, yang kini tengah dalam proses pembebasan lahan.

Kesemua tol pada daftar di atas termasuk proyek strategis nasional (PSN). Apa saja tol yang membelah wilayah Bekasi itu? Berikut pojokbekasi.com paparkan:

Proyek Tol Cibitung-Cilincing

Tempat pemancangan tiang Tol Cilincing-Cibitung di Segara Jaya. (ist)

 

1. Tol Cibitung-Cilincing

Nama alternatif:
JTCC, Tol Cibici

Mulai pengerjaan: 2017
Target selesai: akhir 2019

Total investasi:
Rp4,220 triliun

Panjang:
34 kilometer

Seksi 1: Cibitung-Telaga Asih (2,96 km)
Seksi 2: Telaga Asih-Tambelang (9,41 km)
Seksi 3: Tambelang-Mekar Jaya (13,9 km)
Seksi 4: Mekar Jaya-Cilincing (8,56 km)

Wilayah yang dilewati:
Kota Jakarta Utara-Kabupaten Bekasi.

Penanggung jawab:
Kementerian PUPR cq Badan Usaha Jalan Tol cq PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP)

Tujuan:
Pembangunan tol ini untuk mengurangi beban kendaraan angkutan barang di Tol Jakarta-Cikampek yang melintas di Cawang.

Perkembangan saat ini:
Hingga Februari 2019, pengerjaan fisik tol itu sudah 45 persen, sementara pembebasan lahannya sudah 76 persen. Diharapkan paling lambat Januari 2020 sudah dapat beroperasi. (selengkapnya)

Pengerjaan Tol Cimanggis-Cibitung. (Dok. Radar Depok)

Pengerjaan Tol Cimanggis-Cibitung. (Dok. Radar Depok)

 

2. Tol Cimanggis-Cibitung

Nama alternatif:
Tol Cimaci

Mulai pengerjaan: 2013
Target selesai: 2020

Total investasi:
Rp4,524 triliun

Panjang:
25,39 kilometer

Seksi 1 dan 2: Cimanggis Junction-Transyogi IC-Narogong IC (8,75 km)
Seksi 3 dan 4: Narogong IC-Setu-Cibitung Junction (16,46 km)

Wilayah yang dilewati:
Kota Depok-Kabupaten Bekasi

Penanggung jawab:
Kementerian PUPR cq Badan Usaha Jalan Tol cq PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT)

Tujuan:
Untuk mengurangi beban kendaraan pada jalur yang melalui pusat Jakarta. Tol ini bagian dari proyek Tol JORR II.

Perkembangan saat ini:
Perkembangan fisik mencapai 86,8 persen untuk seksi 1A, sementara pada seksi 2 sudah 40,15 persen. Ditargetkan selesai pada 2020. (selengkapnya)

(Ilustrasi) Tol Becakayu. (Dok. Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Tol Becakayu. (Dok. Radar Bekasi)

 

3. Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu

Nama alternatif:
Tol Becakayu, Tol Bekasi-Kampung Melayu

Mulai pengerjaan: 2016
Beroperasi mulai: 2017

Total investasi: Rp7,200 triliun

Panjang:
21,04 kilometer

Seksi 1: Casablanca-Jaka Sampurna (11 km)
Seksi 2: Jaka Sampurna-Duren Jaya (10,4 km)

Wilayah yang dilewati:
Kota Jakarta Timur-Kota Bekasi

Penanggung jawab:
Kementerian PUPR cq Badan Usaha Jalan Tol cq PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM)

Tujuan:
Sebagai alternatif jalur Bekasi-Jakarta, untuk mengurangi beban pada jalur yang sudah ada.

Perkembangan saat ini:
Pengerjaan trase lanjutan seksi 2A Duren Jaya-Marga Jaya sudah sampai Jalan Ahmad Yani. Dilanjutkan seksi 2B Marga Jaya-Bekasi Timur. Direncakan akan berlanjut sampai Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi. (selengkapnya)

Tol Japek Selatan

Peninjauan pengerjaan Tol Japek Selatan oleh Jasa Marga. (istimewa)

 

4. Tol Jakarta-Cikampek Selatan

Nama alternatif:
Tol Bekasi-Purwakarta, Tol Japek Selatan, Tol Jati Asih-Sadang, Tol Japek II

Mulai Pengerjaan: 2017
Target selesai: 2021 (perkiraan)

Total anggaran:
Rp13,379 triliun

Panjang:
36,4 kilometer

Seksi 1: Jati Asih-Setu (9,3 km)
Seksi 2: Setu-Taman Mekar (24,85 km)
Seksi 3: Taman Mekar-Sadang (27,85 km)

Wilayah yang dilewati:
Kota Bekasi-Kabupaten Bekasi-Kabupaten Karawang-Kabupaten Purwakarta

Penanggung jawab:
Kementerian PUPR cq Badan Usaha Jalan Tol cq PT Jasamarga Japek Selatan (JJS)

Tujuan:
Untuk mengurangi beban Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan penghubung Jalan Tol JORR dan Jalan Tol Purbaleunyi.

Perkembangan saat ini:
Pembangunan dimulai dari seksi 3, pembebasan lahan di seksi itu sudah mencapai 60 persen. Tahun ini ditargetkan pembebasan lahan mencapai 100 persen pada seksi itu. Konstruksi sudah mulai dibangun perlahan. (selengkapnya)

Tol Layang Jakarta-Cikampek

Tol Layang Jakarta-Cikampek. (ist)

 

5. Tol Layang Jakarta-Cikampek

Nama alternatif:
Jalan Tol Japek Elevated, Jalan Tol Tingkat Jakarta-Cikampek Tol Susun Jakarta-Cikampek

Mulai pengerjaan: 2017
Target selesai: 2019

Total investasi:
Rp16,223 triliun

Panjang:
64 kilometer
Mulai Cikunir di Japek km 9+500 hingga Karawang km 47+500

Wilayah yang dilewati:
Kota Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang.

Penanggung jawab:
Kementerian PUPR cq Badan Usaha Jalan Tol cq PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC)

Tujuan:
Mengurangi kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang beroperasi sejak 1988, juga sebagai alternatif jalur menuju Cikampek dan Bandung.

Perkembangan saat ini:
Hingga akhir Juni 2019, pengerjaan fisik mencapai 86 persen. Konstruksi ditargetkan selesai pada September 2019 dan dapat segera beroperasi tahun ini. (selengkapnya)

Editor: Andi Saddam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *