Aceh Alami Cuaca Buruk, Kapal Dilarang Menyebrang

adminenmoido

Aktivitas pelayaran kapal laut di sejumlah pelabuhan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)  terhenti akibat buruknya cuaca yang melanda dalam dua hari terakhir ini, Minggu (21/7).

Menurut informasi PT ASDP Indonesia Feri (Persero) Cabang Banda Aceh, pihaknya terpaksa menghentikan sementara pelayaran rute Banda Aceh-Sabang dan sebaliknya.

Selain itu, kapal penyebrangan KMP Teluk Singkil juga menghentikan operasionalnya sementara.

Pihak ASDP di setiap pelabuhan tersebut telah mengeluarkan surat imbauan, yang disebarkan ke penumpang yang ingin menyebrang untuk menunda keberangkatan akibat cuaca buruk.

“Sehubungan cuaca dan gelombang laut hari ini kurang baik bagi keselamatan pelayaran, KMP Tanjung Burang tidak dapat berlayar (stop operasi),” kata Supervisi Lintas PT ASDP Indonesia Feri Perwakilan Sabang, Husaini.

Kapal tidak berlayar karena cuaca buruk dan ini untuk keselamatan. Jika cuaca membaik besok akan kembali di operasikan.

Akibat penghentian Sementara itu, selain penumpang, belasan mobil angkutan barang bangunan dan sembako tertahan di Pelabuhan Ulee-lheue, Banda Aceh dan dijadwalkan akan diseberangkan besok.

Jadwal penyeberangan kapal roll on roll off (ro-ro) semula dari Pelabuhan Balohan, Sabang tujuan Pelabuhan Ulee-Lheue, Banda Aceh dan sebaliknya masing-masing dua trip per hari pulang pergi. Sepekan terakhir, penyeberangan Sabang-Banda Aceh dan sebaliknya hanya dilayari oleh KMP Tanjung Burang. Sementara, KMP BRR sedang melakukan perbaikan rutin di Belawan, Sumatera Utara (Sumut).

Sementara itu, sesuai jadwal yang ditentukan beberapa hari sebelumnya, hari ini Minggu (21/7) akan ada keberangkatan tujuan Pulau Banyak-Singkil pukul 10:00 WIB dan Singkil-Pulau Banyak pukul 14:00 WIB. Akibat cuaca buruk, kapal KMP Teluk Singkil masih bersandar di dermaga Pulau Banyak. Sema seperti Penyebrangan Sabang- Ule Lheue, Pihak ASDP tidak mau mengambil resiko terjadinya hal yang tidak di inginkan.

“Bersama dengan ini kami beritahukan kepada pengguna jasa bahwa kapal KMP teluk Singkil lintasan Pulau Banyak-Singkil atau Singkil-Pulau Banyak pada hari Minggu tanggal 21 Juli 2019 di tunda keberangkatannya. Selanjutnya kapal kembali beroperasi apabila cuaca kembali normal serta mendapat ijin dari syahbandar,” kata pihak ASDP dalam surat pemberitahuan tersebut.

Dengan kejadian tersebut, sejumlah wisatawan domestik maupun mancanegara batal menyeberang ke Sabang dan Pulau Banyak, karena perairan paling barat Indonesia sedang diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Aceh. Gelombang tinggi diperkirakan mencapai 6 meter di sejumlah perairan di Aceh.

“Waspada potensi gelombang laut tinggi hampir di seluruh wilayah Perairan Aceh sekitarnya yang dapat mencapai 3 hingga 6 meter,” ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang, Aceh Besar, Zakaria Ahmad.

Menurutnya potensi gelombang laut tinggi berlangsung hingga Senin (22/7) mendatang. Ia merincikan di perairan Sabang – Banda Aceh hari ini dan besok, potensi gelombang tinggi maksimal 5 meter, sementara dua hari mendatang capai 4 meter.

Di perairan Utara – Timur Aceh gelombang tinggi diperkirakan maksimal hari ini 1 meter. Dua hari berikutnya maksimal 1.25 meter. Zakaria menyebutkan di perairan Barat – Selatan Aceh sejak hari ini hingga dua hari mendatang, gelombang tinggi maksimal 4 meter.

Gelombang tinggi juga mengancam perairan Selat Malaka Bagian Utara, dua hari berturut maksimal mencapai 4 meter dan turun 3 meter pada Senin (22/7). (L/AP/ P2)

 

Sumber: https://minanews.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *